GANGGUAN PEMENUHAN
KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
A. Definisi
1.
Cairan tubuh adalah semua bahan menu yang merupakan zat
cair yang terdiri dari air dan semua yang ada di dalamnya.
2.
Elektrolit adalah senyawa dalam tubuh yang mengurai dan
ion-ion yang bermuatan listrik yang berfungsi mengatur keseimbangan asam dan
basa membantu memindahkan cairan dan memungkinkan terjadinya impuls terhadap
sel otot dan sel saraf.
3.
Keseimbangan adalah suatu perubahan yang terus menerus
di dalam tubuh dengan daya dan kemampuannya berusaha mengalir dan
mempertahankan pemasukan dan pengeluaran cairan tersebut.
4.
Kebutuhan cairan adalah suatu proses dinamika karena
metabolisme tubuh membutuhkan perubahan yang tetap berespon terhadap stressor
fisiologis dan lingkungan.
B. Etiologi
1.
Kekurangan cairan dan elektrolit disebabkan oleh :
a.
Intake yang kurang
-
Kekurangan cairan peroral
-
Menjalankan diet tertentu
b.
Output yang berlebihan
-
Diare
-
Perdarahan
-
Luka bakar
-
Penyakit tertentu (DM)
-
Suhu lingkungan yang panas
2.
Kelebihan cairan dan elektrolit disebabkan oleh :
Intake
yang berlebihan
-
Kelebihan cairan peroral
-
Cairan parenteral (infus berlebihan)
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi
Keseimbangan Cairan Dan Elektrolit
Antara lain :
-
Usia
-
Temperatur lingkungan
-
Stress
-
Sakit
-
Diare
-
Aktifitas
D. Jumlah Cairan Tubuh Sesuai Keseimbangan
Bayi baru lahir :
Total cairan 80% dari BB
Bayi 3 bulan :
Total cairan 70% dari BB
Dewasa :
Total cairan 60% dari BB
Orang tua :
Total cairan 52% dari BB
A. Pemasukan dan Pengeluaran
Rata-rata pemasukan dan pengeluaran pada orang dewasa selama 24 jam,
yaitu :
1.
Pemasukan
1.
Cairan
2.
Air dalam makanan
3.
Air yang diproduksi oleh metabolisme
|
:
:
:
|
1.300
ml
1.000
ml
300
ml
|
+
|
Jumlah
|
2.600
ml
|
2.
Pengeluaran
1.
Urine
2.
Feses
3.
Paru
4.
Kulit
|
:
:
:
:
|
1.400
ml
100
ml
300
ml
600
ml
|
+
|
Jumlah
|
2.400
ml
|
A. Fungsi Cairan Tubuh
1.
Sebagai zat pelarut utama dalam tubuh untuk melakukan
zat kimia yang terdapat dari dalam tubuh.
2.
Air diperlukan oleh darah untuk proses sirkulasi O2
dan zat-zat makanan
3.
Air berguna dalam pembuangan sisa pembakaran melalui
ginjal
4.
Air membantu melarutkan zat-zat pembakaran dari zat-zat
racun lainnya
5.
Air mempertahankan konsentrasi cairan tubuhdan
elektrolit
6.
Sebagai pengatur suhu tubuh
B. Fungsi Elektrolit Dalam Tubuh
1.
Natrium (Na)
a.
Memelihara keseimbangan asam basa
b.
Mengatur volume cairan tubuh
c.
Membantu berlangsungnya banyak reaksi kimia khususnya
dari dalam sel jaringan otot dan syaraf
2.
Kalium (K)
a.
Sebagai regulator utama bagi aktifitas enzim seluler
b.
Proses transmisi impuls syaraf
c.
Membantu penyaluran keseimbangan asam basa melalui
pertukaran gas
3.
Kalsium (Ca)
a.
Transmisi impuls syaraf dan pertukaran darah
b.
Katalisis dalam kontraksi otot
c.
Membantu absorbsi vitamin B12
d.
Menguatkan tulang dan otot
e.
Katalisasi bagi aktifitas zat kimia dalam tubuh
4.
Magnesium (Mg)
a.
Metabolisme karbohidrat dan protein
b.
Reaksi enzim
c.
Mempertahankan kalium intrasel
5.
Klorida (Cl)
a.
Bersama Na berperan mempertahankan tekanan osmotik
darah
b.
Berperan dalam keseimbangan asam basa
6.
Asam bikarbonat (HCO3)
Menjaga
keseimbangan asam basa
7.
Phosfat (PO4)
a.
Membantu mempertahankan keseimbangan asam basa
b.
Penting dalam pembelahan sel
c.
Terlihat dalam reaksi kimia dalam tubuh yaitu :
-
Mengaktifkan vitamin B12
-
Meningkatkan aktifitas syaraf dan otot
-
Metabolisme karbohidrat
8.
Sulfat (SO4)
Menjaga
keseimbangan osmolaritas
9.
Protein
Untuk
memudahkan dalam proses masuknya zat-zat ke tabung kapiler
C. Pergerakan Cairan Tubuh Melalui 3 Proses
1.
Difusi
Peristiwa
ketika materi padat partikel seperti gula di dalam cairan berpindah dari daerah
berkonsentrasi tinggi ke daerah berkonsentrasi rendah, sehingga distribusi
partikel dalam cairan merata (melewati membran sel), kecepatan difusi
dipengaruhi oleh ukuran molekul konsentrasi larutan dan temperatur.
2.
Osmosis
Peristiwa
perpindahan pelarut murni (air) melalui membran semipermeable yang berpindah
dari larutan yang berkonsentrasi rendah ke larutan yang berkonsentrasi tinggi
yang sifatnya menarik.
3.
Transpor aktif
Memerlukan
aktifitas metabolik dan mengeluarkan energi untuk menggerakan berbagai materi
dari konsentasi rendah ke konsentrasi tinggi yang menembus membran sel.
D. Gejala Klinis
1.
Hipovolemik
Suatu
kondisi akibat kekurangan Cairan Ekstra Seluler (CES) dan dapat terjadi karena
kehilangan cairan dan elektrolit melalui kulit, ginjal, gastrointestinal
perdarahan sehingga menimbulkan syok hipovolemik.
Gejala
:
-
Pusing
-
Lemah
-
Letih
-
Mual
-
Anoreksia
-
Lidah kering
-
Muntah
-
Rasa haus
-
Oliguria
-
Konstipasi
2.
Hipervolemik
Penambahanan
atau kelebihan volume cairan dapat terjadi pada saat :
a.
Stimulasi kronis ginjal untuk menahan natrium dan air
b.
Fungsi ginjal abnormal, dengan penurunan ekskresi dan
air
c.
Kelebihan pemberian cairan
d.
Perpindahan cairan intestinal ke plasma
Gejala :
-
Sesak nafas
-
Nadi kuat
-
Acites
-
Edema
-
Adanya ronchi
-
Kulit lembab
-
Distensi vena leher
-
Peningkatan tekanan darah
E. Masalah Yang Timbul
Dehidrasi
Kekurangan cairan yang disebabkan penurunan asupan cairan dan pengeluaran
cairan yang berlebihan. Macam-macam dehidrasi berdasarkan derajatnya.
1.
Dehidrasi ringan
-
Turgor kulit sedikit menurun
-
Takikardi
-
Kehilangan cairan mencapai 5% BB
-
Merasa haus
2.
Dehidrasi sedang
-
Turgor kulit jelas menurun
-
Takikardi
-
Hipertensi (sistolik < 90 mmHg)
-
Kehilangan cairan mencapai 5 – 10% BB
-
Mata cekung
3.
Dehidrasi berat
-
Turgor kulit menurun
-
Hipertensi
-
Oliguria
-
Nadi dan pernafasan meningkat
-
Super koma
-
Kehilangan cairan mencapai 10% BB bahkan lebih
Perhitungan tetesan cairan
- Makro : 1 cc = 15 tetes atau 1 cc = 20 tetes (untuk dewasa)
- Mikro : 1 cc = 60 tetes (untuk anak-anak)